Jumat, 17 Februari 2012

Tiga Anak di OKI Alami Kekerasan


       KAYUAGUNG – Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih saja terjadi. Akibat kekerasan yang dialami anak, khususnya anak dibawah umur membuat mereka kerapkali menempuh jalan hidup yang salah atau terpaksa berpisah dari orang tuanya dan menjalani kehidupannya sendiri.
          Bagi anak berjenis kelamin laki-laki mungkin masih bisa hidup dengan mencari nafkah sebagai pengemis, ataupun pengamen dan pekerjaan lainnya yang menurut mereka halal. Tapi bagi anak perempuan, mereka terbatas pada tenaga dan keahlian, sehingga menjadi pembantu rumah tangga adalah pilihan satu-satunya. Bahkan saking nekatnya menjalani hidup, mereka terpaksa menjadi pelayan kafe hingga menjadi wanita pekerja seks komersial (PSK).
          Berdasarkan dari Komisi Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten OKI, hingga saat ini tercatat ada tiga kasus kekerasan yang menimpa anak-anak dibawah umur di Bumi Bende Seguguk. Tiga kasus tersebut menimpa anak-anak perempuan dan mereka semuanya dipekerjakan sebagai PSK dengan kedok sebagai pelayan kafe ataupun rumah makan.
          Seperti yang dialami Tik (16) dan Yan (16), keduanya warga Dusun Bunut, Desa Mulyaguna, Kecamatan Teluk Gelam yang terjaring razia oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten OKI, di hotel dan penginapan di kawasan Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI, Kamis (17/2) dini hari lalu. Dan juga seorang pelajar di Lempuing yang dijadikan wanita malam oleh pemilik rumah makan di kawasan tersebut.
          Kondisi ini membuat prihatin Ketua Komisi Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten OKI, Hj Tartila Ishak yang kemarin (17/2) pagi menemui kedua anak dibawah umur yang terjaring razia itu di Kantor Pemberdayaan Perempuan OKI.
          Dengan nada lembut, Hj Tartila bertanya kepada anak-anak tersebut apa penyebab mereka hingga akhirnya terjerumus ke lembah hitam. Menurutnya, kedua anak putus sekolah ini mengaku bahwa mereka awalnya mengalami kekerasan dan ketidakharmonisan dalam keluarganya.
          “Kita sangat prihatin dengan kondisi ini, karena merupakan ancaman kelangsungan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, kedepan kami akan berupaya menekan jumlah kasus kekerasan terhadap anak-anak di Kabupaten OKI ini,” ujar Hj Tartila seraya mengatakan, selain kekerasan terhadap anak, pihaknya juga bakal meminimalisir kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap memicu terjadinya perceraian.
Sementara Kasat Pol PP Pemkab OKI, Pratama Suryadi SP mengatakan, pihaknya bakal terus melakukan razia para PSK yang kerap mangkal di kafe-kafe ataupun rumah makan di sepanjang Jalintim OKI. Hal itu sebagai upaya menekan tingginya penyebaran virus HIV/AIDS di Bumi Bende Seguguk. (mujianto)

Jalan Santai dan Senam Sehat Semarak dan Sukses


KEGIATAN jalan santai dan senam bersama yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 3 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), yang bertepatan dengan HUT Harian Umum Ogan Ekspres ke 3 tahun, kemarin (17/2), berlangsung sukses dan meriah.
          Kegiatan tersebut diikuti sekitar puluhan ribuan peserta yang memadati lapangan Taman Segitiga Emas (TSE) Kayuagung, yang terdiri dari kalangan pelajar, warga dan seluruh dinas dan instansi jajaran Pemkab OKI. Pelepasan jalan santai tersebut, dilakukan langsung Wakil Bupati OKI, H Engga Dewata Zainal SSos yang didampingi GM Harian Umum Ogan Ekspres, Muntako BM. Dan diikuti ribuan pelajar dan masyarakat, serta kepala dinas/instansi/badan di jajaran Pemkab OKI.
          Usai kegiatan jalan santai, para pelajar dan masyarakat, tak terkecuali Bupati OKI, Ir H Ishak Mekki MM dan Ketua TP PKK OKI, Hj Tartila Ishak, serta Ketua KONI, H Muchendi Mahzareki SE, langsung mengikuti senam bersama yang dipandu para instruktur berpengalaman dari sanggar senam Ekspreso Palembang.
Walaupun terlihat agak kaku, namun nampak sekali keseriusan dan antusiasme semua peserta senam. Terbukti mereka meniru setiap gerakan demi gerakan para instruktur senam ini.  Pantauan Koran ini, Wabup OKI, H Engga Dewata Zainal SSos dan Sekda OKI, Ir H Ruslan Bahri MT, terlihat begitu semangatnya menggerakan kaki dan tangannya mengikuti alunan musik senam.
Di jajaran kepala dinas, badan dan bagian, seperti Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Zaid Kamal SPd MSi dan juga Kabag Humas dan Protokol, Suhaimi AP MSi, walaupun agak bingung namun kedua pejabat ini cukup enjoy menggerakan tangan dan kakinya ke kanan dan ke kiri.
Berbeda sekali yang terlihat di jajaran pejabat aparat kepolisian dan Kodim 0402, Kasat Reskrim Polres OKI, AKP H Surachman dan Kasdim Mayor Inf Dedi Kurniadi. Bila mereka sehari-harinya bertindak dan berprilaku tegas, dalam senam ini keduanya terlihat begitu gemulainya menggoyangkan pinggulnya, ini menunjukkan begitu antusiasnya mereka mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke 3 tahun Ogan Ekspres dan Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati OKI ini. (to)

Selasa, 14 Februari 2012

Kejari Bidik 6 Pejabat

KAYUAGUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kayuagung yang melingkupi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), saat ini sedang membidik 6 pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian uang negara.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kayuagung, Mamiek Suligiono SH MH ditemui di ruang kerjanya, kemarin (14/2) mengatakan, banyak harapan masyarakat umum baik di Bumi Bende Seguguk dan Bumi Caram Seguguk yang menggantungkan harapan kepada pihak kejaksaan terkait penegakkan hukum.
Hal itu, kata Mamiek, dibuktikan dengan sejumlah laporan masyarakat baik perorangan maupun atas nama kelompok kepada Kejari Kayuagung. Laporan itu berisi dugaan korupsi yang dilakukan pejabat pada beberapa instansi pemerintahan.
”Ada 5 sampai 6 pejabat yang dilaporkan mereka,” kata Mamiek tanpa menyebutkan nama instansi pemerintahan tersebut, karena saat ini laporan masyarakat sedang ditindaklanjuti.
Pihaknya berharap masyarakat harus aktif dalam memberikan laporan, info dan data terkait dugaan penyelewengan uang negara. ”Ada yang kasusnya dilakukan 2 tahun lalu (2010), ada juga yang tahun 2011. Namun belum masuk dalam tahap penyelidikan, karena saat ini masih penyidikan,” ungkap Kajari sembari mengatakan, semua laporan itu sedang ditangani kejaksaan melalui Seksi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang memiliki beberapa jaksa baru.
Mengenai nominal kerugian negara akibat dugaan korupsi yang dilakukan pejabat itu, Kajari mengatakan, belum bisa diketahui sekarang. Namun dari 6 dugaan kasus korupsi itu, nilai anggaran minimal Rp250 juta dan maksimal Rp2,2 miliar.
”Itu nilai anggarannya, jadi uang yang diduga dikorupsi belum bisa kita ketahui,” urai Mamiek yang juga menjelaskan, jajaran Kejari Kayuagung saat ini diperkuat personil berupa 7 jaksa baru yang saat ini sedang bekerja menangani kasus tersebut.
Mengenai masih adakah kemungkinan kasus dugaan korupsi lainnya, Kajari mengaku tentu saja ada dan sedang ditangani lembaga lain yakni kepolisian. Bila kepolisian sudah menangani kasus dugaan korupsi, maka Kejari Kayuagung tidak ikut menangani kasus tersebut. (to)


Minggu, 08 Januari 2012

Pengumuman Tenaga Honor Tertunda



        KAYUAGUNG – Pengangkatan sejumlah tenaga honor di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tertunda. Pasalnya, walaupun nama-nama tenaga honorer yang memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah ada, namun pihak Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten OKI masih menunggu petunjuk dari pusat.
Hal ini dikatakan Kepala BKD OKI, Maulan Aklil SIp MSi, ketika dihubungi Koran ini melalui telepon selulernya, kemarin (8/1) sore. Menurut Maulan, walaupun pihaknya beberapa waktu lalu mengatakan bakal mengumumkan nama-nama tenaga honor yang bakal diangkat menjadi CPNS pada akhir Desember 2011 atau awal Januari 2012, namun lantaran hingga kini belum ada informasi maka pihak BKD OKI belum bisa mengumumkannya.
”Belum ada kabar dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat, jadi kami masih menunggu informasi tersebut,” ujar Maulan.
Maulan didampingi Sekretaris BKD OKI, Ahmad Kholik sebelumnya mengungkapkan, hasil verifikasi dari tim yang dilakukan oleh BKN, Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP), Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi yang akan diumumkan nantinya merupakan hasil verifikasi BKD OKI, dari 1.300 tenaga honorer hingga menjadi 345 orang yang dianggap memenuhi syarat.
”Adapun yang kita ajukan 345 orang,  kemudian sebelumnya juga kita sudah menyampaikan surat usulan agar ada dua nama untuk digugurkan karena diduga memanipulasi data,” kata Maulan.
Setelah nama-nama tenaga honorer yang diangkat menjadi PNS tersebut diumumkan, kata Maulan, selanjutnya mereka akan diuji publik selama 14 hari, dimana untuk masa uji itu, jika ada tenaga honor yang dianggap bermasalah atau ada sanggahan dari masyarakat, maka akan dilakukan penundaan pengurusannya. Dan harus diselesaikan terlebih dahulu.
”Tetapi jika tidak ada masalah, maka selanjutnya yang bersangkutan diminta melengkapi berbagai persyaratan untuk diangkat menjadi CPNS,” bebernya.
Saat ini, sambungnya, yang menjadi prioritas pengangkatan adalah honorer kategori I (Dibiayai APBN dan APBD) dan selama masa uji publik nantinya pihak BKD OKI mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberikan informasi terhadap para tenaga honor yang diumumkan, sehingga nanti tenaga honor yang diangkat benar-benar tidak bermasalah.
Pihaknya juga mengimbau kepada para tenaga honor untuk tidak mudah termakan oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan meminta sejumlah uang guna pengurusan kelulusan. Sebab, tidak ada biaya yang diminta kepada tenaga honorer tersebut untuk diangkat menjadi CPNS. (jix)

Tugumulyo Berkembang Pesat




LEMPUING – Sebagai wilayah transmigrasi yang sebagian besar dihuni oleh pendatang dari luar daerah, pertumbuhan wilayah Desa Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI tampaknya terus mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik jumlah penduduk maupun tata kota tempat aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Salah satu pelaku usaha, Amri (39) kepada Koran ini kemarin (8/1) mengatakan, kemajuan sebuah wilayah dapat diukur dari perkembangan kegiatan perekonomian baik yang diciptakan dari hasil potensi daerah maupun aset yang beragam yang didatangkan dari luar daerah. Dengan semakin berkembangnya penduduk dan semakin variatifnya kebutuhan masyarakat dalam mencukupi kebutuhan primer, sekunder hingga tersiernya, maka perkembangan fasilitas perdagangan dan jasa di wilayah tersebut semakin pesat.
Berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan di pinggir Jalan Lintas Timur (Jalintim) saat ini, sangat terlihat dengan semakin maraknya rumah toko dan mini market di Pasar Tugumulyo, untuk itu berbagai pihak yakin kawasan tersebut sangat berpotensi menjadi penopang perekonomian andalan bagi masyarakat sekitar.
Salah satu pemilik ruko di kawasan Pasar Tugumulyo, Sudarman (40) mengatakan, meningkatnya daya beli masyarakat di wilayah tersebut, membuat para investor berlomba untuk menanamkan investasinya dalam segala bidang terutama sektor perdagangan.
“Dulu Tugumulyo merupakan kawasan tertinggal, setelah Jalintim terbuka, maka sedikit demi sedikit kawasan ini mulai berkembang. Dan puncaknya yakni setelah di sekitar wilayah tersebut menjadi areal perkebunan kelapa sawit dan komoditi karet, tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat juga ikut meningkat sehingga memacu perkembangan wilayah itu,” tandasnya.
Setelah selang beberapa waktu, wilayah yang didominasi oleh warga pendatang asal daerah Pulau Jawa, Bali dan daerah lainnya tersebut, terus berkembang pesat dan kini menjadi salah satu bagian wilayah perdagangan yang berkembang pesat di Bumi Bende Seguguk.
Sudarman menuturkan, Kabupaten OKI memiliki dua daerah kawasan perdagangan yang berpotensi besar dalam perkembangannya, yakni di Kota Kayuagung dan Tugumulyo.
Kedua wilayah tersebut, lanjutnya, mempunyai potensi perkembangan perekonomian yang berbeda, khususnya untuk wilayah Kayuagung, perkembangan perekonomian sektor perdagangan dipacu oleh letaknya yang strategis sebagai ibukota Kabupaten OKI, sehingga pangsa pasar dan daya beli masyarakat  diramaikan oleh para pegawai kantor pemerintahan yang bermukim di daerah tersebut.
Selanjutnya kawasan Pasar Tugumulyo berkembang karena merupakan salah satu kawasan yang betul-betul tercipta sebagai tempat pertemuan yang mendasar dibutuhkan antara para pedagang dan pembeli, sehingga dengan sendirinya kawasan tersebut terus berkembang, hal ini membuat para investor berani menanamkan investasinya, karena dianggap sebagai wilayah yang berpotensi. (dri)


Dishub Janji Bakal Tindak Taksi Gelap




            KAYUAGUNG – Maraknya taksi gelap yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terus menimbulkan keluhan dari sejumlah sopir angkutan resmi. Untuk itu, pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten OKI, berjanji bakal segera menindak keberadaan taksi-taksi gelap ini.
            Kepala Dishubkominfo OKI, Drs Asnawi P Ratu melalui Kasi DAL Ops, Usman Husin menegaskan, pihaknya bakal memprogramkan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait mengenai penertiban keberadaan taksi gelap ini.
            “Insya Allah dalam waktu dekat kami bakal menertibkan taksi gelap ini,” ujar Usman ketika dihubungi Koran ini kemarin (8/1).
            Seperti diketahui, keberadaan taksi gelap yang belakangan ini semakin marak dan menjamur di beberapa daerah, ternyata  menjadi salah satu penyebab menghilangnya keberadaan angkutan kota (angkot) dalam Kota Kayuagung, Kabupaten OKI. Namun taksi berplat hitam bukan berarti mereka tidak terdaftar atau illegal, sebab pihak Dishubkominfo sejak beberapa bulan lalu terus berupaya melakukan perubahan plat dari hitam ke plat kuning, dimana biaya mutasi tersebut digratiskan.
            Herman (30), salah satu pengusaha angkot di Kota Kayuagung, sebelumnya mengatakan, sejak beberapa tahun lalu usaha angkot merupakan salah satu alat transportasi andalan bagi masyarakat, tetapi belakangan ini sedikit demi sedikit para pengusaha angkot banyak yang gulung tikar.
            ”Sekitar tahun 2004 lalu, angkot yang beroperasi dalam Kota Kayuagung, jumlahnya mencapai 30-40 unit, tetapi hingga saat ini jumlahnya terus berkurang dan hingga mencapai angka minimum atau hanya berkisar 15 unit,” ungkap Herman.
            Menurutnya, ada beberapa hal yang diduga menjadi salah satu penyebab hilangnya keberadaan angkot tersebut, diantaranya semakin banyaknya taksi gelap yang beroperasi. ”Mobil taksi gelap atau yang sering disebut travel bernomor plat hitam, tidak mempunyai trayek, sehingga jika mengantar penumpang hingga sampai ke rumah, sehingga penumpang tidak perlu lagi naik angkot, hal ini menyebabkan penumpang angkot semakin sepi,” tegasnya.
            Jika penumpang sepi, kata Herman, otomatis berpengaruh terhadap pendapatan sopir angkot dan jika pendapatan kecil maka biaya operasional tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat, sehingga para pemilik angkot lebih memilih mematikan usahanya dan terpaksa harus gulung tikar.
Hal senada juga diungkapkan Rahman (36). Menurutnya, taksi gelap yang beroperasi dalam kota Kayuagung tidak ada, yang ada hanya rute dari kecamatan lain, menuju ke Kota Kayuagung, atau rute Palembang–Kayuagung. ”Kalau naik taksi gelap dari Palembang ke Kayuagung biasanya langsung diantar ke rumah, sehingga tidak perlu menggunakan ongkos lagi untuk naik angkot, makanya wajar jika penumpang sopir angkot semakin sepi,” kata Rahman. (jix)